Ucapan 'Allahu Akbar' & Penjelasan KNKT Soal Lion Air JT 610

Ucapan 'Allahu Akbar' & Penjelasan KNKT Soal Lion Air JT 610

Jumat, 22 Maret 2019, 14.23



Penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh dan menewaskan 189 orang di dalamnya pada bulan Oktober 2018 kembali ramai dibicarakan.

Hal ini terjadi setelah Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) dan regulator lainnya di seluruh dunia menyelidiki dan melarang terbang model pesawat tersebut pekan lalu setelah mengalami kecelakaan lagi di Ethiopia pada 10 Maret.

Kecelakaan pesawat Boeing milik Ethiopians Airlines menewaskan 157 orang di dalamnya. Dua kecelakaan yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari lima bulan itu bahkan diduga memiliki penyebab yang sama, yaitu pesawat menerima informasi sensor yang salah akibat komputer menginformasikan pesawat mengalami stall atau macet.

Posisi stall adalah kondisi ketika aliran udara di atas sayap pesawat terlalu lemah untuk menghasilkan daya angkat dan sulit membuatnya tetap terbang.

Sebelumnya, Reuters secara eksklusif telah melaporkan bocoran isi rekaman CVR pesawat nahas yang jatuh di perairan laut Jawa itu dengan mengutip beberapa sumber.

Laporan itu menulis bahwa para pilot Lion Air JT610 sempat membuka-buka sebuah buku panduan sesaat sebelum pesawat jatuh ke dalam air.

Ia bermaksud mencari tahu alasan kenapa pesawat yang dikemudikannya meluncur ke bawah, tetapi tidak dapat menemukannya. Bahkan, dalam laporannya, Reuters menyebut sesaat sebelum pesawat jatuh, kopilot pesawat itu sempat mengucapkan kalimat "Allahu Akbar

Bloomberg juga melaporkan bahwa pesawat Boeing 737 Max 8 yang sama mengalami masalah serupa dalam penerbangan sehari sebelumnya. Namun, seorang pilot off-duty yang ikut dalam penerbangan itu mampu mengatasi masalah tersebut.

Menanggapi hal itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan penjelasan mendalam mengenai kabar bocornya isi rekaman cockpit voice recorder (CVR) dari kotak hitam atau black box pesawat tersebut.

"Di media telah beredar berita yang menyebut sebagai isi dari CVR penerbangan JT610 dan penerbangan JT043. KNKT menyampaikan bahwa hasil download CVR merekam sejak persiapan penerbangan JT610 sampai dengan akhir penerbangan," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

"Penerbangan JT043 sudah terhapus (overwritten) sehingga sudah tidak ada di CVR. KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR," lanjutnya.

Meski mengaku tidak dapat membuka seluruh isi rekaman, Ketua Subkomite Investigasi KNKT Nurcahyo Utomo bersedia membagi beberapa hal yang disebutnya dapat disampaikan ke publik.

"Bahwa setelah pesawat ini berangkat atau take off, pesawat sudah mengalami gangguan diikuti perpindahan percepatan dan perbedaan ketinggian," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Lalu setelah di 3.000 kaki, ada mulai aktivasi dari pergerakan flight control yang menggerakkan pesawat ke depan, tambahnya.

"Yang saya sampaikan di media, mereka bertanya apa ada kepanikan di akhir penerbangan? Sepertinya ada... Saya cuma sampaikan sepertinya pilot tidak bisa lagi kontrol penerbangan jadi mungkin ada kepanikan," kata Nurcahyo.

Ia juga mengaku mengikuti pemberitaan di media yang menyebut petugas pertama atau kopilot penerbangan itu mengucapkan Allahu akbar sesaat sebelum rekaman terhenti.

"Lalu saya lihat di media ada kata Allahu akbar. Padahal saya tidak sampaikan," ujarnya.

Lembaga itu juga menjanjikan akan segera merampungkan penyelidikan terhadap jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Laut Jawa pada Oktober 2018.

"Sekitar Agustus hasilnya [dipublikasikan]," kata Nurcahyo. 

Kuliah Beasiswa..?? Klik Disni

MostPopular